Showing posts with label Himpunan Mutiara Kata Sufi. Show all posts
Showing posts with label Himpunan Mutiara Kata Sufi. Show all posts

Monday, January 27, 2025

TANDA-TANDA CINTA KEPADA NABI S.A.W.

Cinta kepada Nabi صلى الله عليه وآله وسلم ada tanda-tandanya. Barangsiapa yang dzahir pada dirinya tanda-tanda tersebut, adalah ia benar-benar mencintai Nabi صلى الله عليه وآله وسلم. Dan sekiranya tidak, maka cintanya dakwaan semata-mata.

Tanda-tanda tersebut adalah :

• Meneladani Baginda صلى الله عليه وآله وسلم samada dalam percakapan, perbuatan dan ahwal, dzahir dan bathinnya.

• Mengamalkan sunnah-sunnah Baginda صلى الله عليه وآله وسلم, mematuhi perintahnya dan menjauhi larangannya, berusaha beradab dengan adab Baginda صلى الله عليه وآله وسلم, dalam semua keadaan, baik dikala susah, maupun senang, dikala cergas maupun malas.

• Mengutamakan apa yang telah disyariatkannya dan yang digalakkannya untuk dilakukan daripada mengikuti hawa nafsu dan syahwat.

• Banyak menyebutnya yakni bershalawat ke atas Baginda صلى الله عليه وآله وسلم, sebab orang yang mencintai sesuatu, banyak atau sering menyebutnya dengan perasaan rindu kepada yang dicintainya, mengagungkannya, memuliakannya dan mendzahirkan kekhusyu’kan dan rendah diri tatkala mendengar nama Baginda صلى الله عليه وآله وسلم disebut.

• Rindu untuk bertemu dengan Baginda صلى الله عليه وآله وسلم, kerana sesungguhnya setiap kekasih ingin bertemu dengan yang dikasihinya.

• Mencintai mereka yang dicintai oleh Baginda صلى الله عليه وآله وسلم, iaitu yang punya hubungan dengan Baginda صلى الله عليه وآله وسلم seperti ahlibait Baginda صلى الله عليه وآله وسلم, para shahabat Baginda صلى الله عليه وآله وسلم dari kalangan Muhajirin dan Anshar.

• Membenci orang-orang yang dibenci oleh Allah dan RasulNya, memusuhi orang yang memusuhinya, menjauhi orang yang menyimpang dari sunnahnya serta berkeberatan terhadap orang yang menyimpang dari sunnahnya.

• Mencintai al-Quran yang diturunkan kepada Baginda صلى الله عليه وآله وسلم. Mencintai al-Quran bererti membaca, memahami dan mengamalkan segala tuntutan-tuntutannya di dalam mengatur kehidupan kita dan seterusnya memperjuangkannya.

• Mencintai sunnahnya serta memperhatikan dan memahami hukum-hakamnya. Sahal bin ‘Abdullah at-Tusturi berkata: Tanda-tanda mencintai Allah adalah mencintai al-Quran dan mencintai Nabi صلى الله عليه وآله وسلم. Tanda-tanda mencintai Nabi صلى الله عليه وآله وسلم adalah mencintai sunnahnya. Tanda-tanda mencintai sunnahnya adalah membenci dunia. Tanda-tanda membenci dunia adalah enggan mengambilnya melainkan untuk bekalan menuju kampung akhirat.

• Belas kasihan (bersikap lemah lembut dan mengasihi) terhadap ummatnya, memberi nasihat kepada mereka tanpa jemu, berusaha memberi kemaslahatan dan menghindarkan mereka daripada marabahaya.

Petikan dari kitab an-Nuur al-Mubiin fi Mahabbah Sayyid al-Mursaliin. Oleh Hadrat Syeikh Hasyim Asy’ari (pendiri Nahdatul ‘Ulama Indonesia dan Pengasas Pesantren Tebuireng, lahir 1875 – 1947)
Kredit Terjemahan oleh : al-Fadhil al-Ustaz Abu Zahrah Abdullah Thohir.

TEMAN ADALAH PENENTU AKHLAQ KITA

Al-Faqih Abu al-Laits al-Samarqandî رحمة الله تعالى berkata :

Barang siapa berteman dengan delapan golongan manusia, maka Allah menambahkan padanya delapan perkara :

1) Barangsiapa yang bergaul 
dengan orang-orang kaya, maka Allah menambahkan padanya kecintaan dunia dan rakus akan dunia.

2) Barangsiapa yang bergaul dengan orang-orang fakir, maka Allah menambahkannya rasa syukur dan ridha pada pemberian Allah Taala.

3) Barangsiapa yang bergaul dengan penguasa, maka Allah menambahinya kesombongan dan kerasnya hati.

4) Barangsiapa yang bergaul dengan perempuan, maka Allah menambahinya kebodohan dan syahwat.

5) Barangsiapa yang bergaul dengan anak-anak kecil maka Allah menambahinya permainan dan senda gurau.

6) Barangsiapa yang bergaul dengan orang-orang fasik, maka Allah menambahinya keberanian melakukan dosa dan kemaksiatan dan penundaan taubat.

7) Barangsiapa yang bergaul dengan orang-orang saleh, maka Allah menambahinya kesungguhan dan kecintaan pada ketaatan.

8) Barangsiapa yang bergaul dengan ulama, maka Allah menambahinya ilmu dan amal.

[ Kitab Bughyah Al Mustarsyidin hal 5 ]

Wednesday, December 6, 2023

PERJALANAN HATI

Imām Abd-ul Karīm al-Qusyairiy رحمة الله تعالى dalam Ar-Risālah nya (Ar-Risālah Al-Qusyairiyyah) mengatakan :

واعلم أن السفر على قسمين: سفر بالبدن وهو الانتقال من بقعة إلى بقعه، وسفر بالقلب وهو الارتقاء من صفة إلى صفة، فترى ألفا يسافر بنفسه وقليل من يسافر بقلبه.
[ الرسالة القشيرية ]

Ketahuilah, bahwa perjalanan itu ada dua macam :

1. Perjalanan dengan badan, yakni berpindah dari tempat yang satu ke tempat yang lainnya.

2. Perjalanan hati, yaitu meningkatkan jiwa dari sifat yang baik kepada sifat baik yang lainnya.

Engkau bisa melihat ribuan orang yang sedang melakukan perjalanan dengan badannya, tetapi sedikit sekali orang yang melakukan perjalanan rohani (dengan hatinya).

[ Ar-Risālah Al-Qusyairiyyah ]

Sunday, December 3, 2023

FAKIR

ولا تحسبن الفقر من فقد الغنى
ولكن فقد الدين من أعظم الفقر

“Jangan engkau sangka fakir itu saat tidak memiliki kekayaan, tapi tidak memiliki pengetahuan agama merupakan salah satu bentuk fakir paling besar.”

[ Ibnu Rajab al-Hanbali رحمة الله تعالى ]

Friday, December 1, 2023

NATIJAH BANYAK KENYANG

Dari Sayyidina Yahya Bin Mu'az رضى الله عنه,

"Barang siapa yang banyak kenyangnya maka akan banyak dagingnya (gemuk). Barang siapa yang banyak dagingnya maka akan besar syahwatnya. Barang siapa yang besar syahwatnya maka (berpotensi) akan banyak dosanya. Barang siapa yang banyak dosanya maka akan keras hatinya. Dan barang siapa yang keras hatinya maka dia akan tenggelam di dalam lautan bahaya serta kemewahan dunia".

[ Kitab An Nasaihul Ibad m/s 75 ]

AGAR MUDAH MEMAHAMI ILMU

قال الحبيب عبدالله الحداد : " من كان طبعه البلادةَ فعليه بالعبادة، ومن كان له فهم وَقاد فالعلم له مُنقاد ".

Habib Abdullah Al- Haddad رضى الله عنه berkata : 

"Barang siapa yang wataknya bodoh (sulit memahami ilmu), hendaknya memperbanyak ibadah, dan barang siapa mempunyai kecerdasan yang cemerlang, maka memperbanyak belajar ilmu akan menyelamatkannya."

[ Al- Fawa'idul Mukhtaroh, Hal. 17 ]

CIRI ORANG BAIK ADALAH ORANG YANG SUKA ILMU

قال الامام الشافعي : " من لايحب العلم لا خير فيه، فلا تكن بينك وبينه معرفة ولا صداقة، فإن العلم حياة القلوب ومصباح البصائر."

Imam Syafi'i رضى الله عنه telah berkata : "Orang yang tidak suka dengan ilmu tidak mempunyai kebaikan, maka jangan sampai ada perkenalan dan persahabatan di antara kamu dan dia, karena ilmu itu kehidupan hati dan lentera mata hati."

[ Al- Fawa'idul Mukhtaroh, Hal. 13 ]

Friday, November 3, 2023

ILMU DIAMBIL DARI DADA GURU

“Ilmu itu diambil dari dada seorang Guru, bukan membacanya sendiri dari kitab-kitab. Bagaimana untuk mendapat ilmu yang berkat? Ianya terletak kepada pergaulan dan adab terhadap Guru. Semakin rapat seorang Murid dengan Guru, maka semakin banyak rahsia seorang Guru diperolehinya.”

[ Habib Ali Bin Abdullah AlAydrus ]

Maqam Sabar

“Sesungguhnya darjat yang tertinggi di dalam Maqam (kedudukan) sabar adalah menahan diri dari mengadu kepada selain Allah سبحانه وتعالى”.

[ Syeikh Abu Bakar Bin Salim ]


Saturday, September 9, 2023

ZAHIRKAN KETAATANMU

"Zahirkan (tunjukkan) ketaatanmu kepada Allah سبحانه وتعالى sebagai bukti penghambaanmu seperti mana orang lain yang tidak malu untuk menunjukkan kemaksiatannya. Sebarkan juga ilmu dan kebijaksanaan yang telah dianugerahkan Allah سبحانه وتعالى kepadamu pada orang ramai.”

[ Imam Abul Hasan Asy-Syadzili رضى الله عنه ]

Saturday, May 27, 2023

CARILAH ILMU

Sufyan Ats-Tsauri رحمة الله تعالى berkata ;

“Carilah oleh kalian Ilmu. Sungguh aku takut jika Ilmu itu keluar (dan meninggalkan) kalian kemudian berpindah kepada selain kalian hingga kalian pun menjadi hina kerananya. Carilah oleh kalian Ilmu, kerana sesungguhnya Ilmu merupakan kemuliaan di dunia dan kemuliaan di akhirat.”

[ Jami' Bayanil Ilmi, hlm. 274 ]


Wednesday, May 24, 2023

LUPAKAN MASA LALU YANG MENYAKITKAN

Syeikh Izzuddin Ibn Abdussalam رحمة الله تعالى memberi nasehat :

المكر في أذية من آذاك شاغل عما يجدي عليك فلا تلاحظ أذيتهم واعتمد على مولاك في دفعها عنك فيما يستقبل إذ لا فائدة في الفكر فيما مضى

"Tipudaya untuk menyakiti orang yang telah menyakitimu akan membuatmu sibuk dan lalai pada apa yang berguna bagimu. Maka, jangan pedulikan bagaimana mereka menyakitimu. Bersandarlah kepada Tuhanmu dalam menolaknya di masa depan. Sebab tak ada gunanya memikirkan masa lalu."

[ Syeikh Izzuddin Ibn Abdussalam, kitab Syajaratul Ma'arif wal-Ahwal wa Shalihil Aqwal wal-'Amal.]


Tuesday, May 23, 2023

NAFSU

قال الإمام عبد الله بن علوي الحداد

إن النفس كسلانة عن الخير فليقهرها الإنسان على فعل الخير وما ينفعها, وإلا جرته الى الشر لأنها مجبولة عليه ,وفعل الخير يعسر عليها لأنه خلاف طبعها فليكرهها عليه ولا يدعها 

Berkata Al Imam Abdullah bin Alwi Al Haddad رحمة الله تعالى : 

"Sesungguhnya nafsu itu sangatlah malas untuk diajak berbuat baik, maka seseorang harus memaksanya untuk terbiasa berbuat baik dan sesuatu yang bermanfaat untuknya. Jika tidak maka ia akan menyeret kepada perbuatan buruk, kerna wataknya adalah asyik dalam berbuat buruk. Dan perbuatan baik itu sangat berat bagi nafsu. Maka paksalah ia dalam berbuat baik dan jangan kau bebaskan untuk berbuat buruk."


Monday, May 22, 2023

BUANG SIFAT HASAD ITU

Aku pandang manusia.
Ada yang aku benci dan ada yang aku sukai.
Orang yang aku sukai tidak menguntungkanku sedikit pun, dan orang yang aku benci pun tidak merugikanku sama sekali.

Kemudian aku fikir dalam-dalam, dari manakah ini datang, rupanya dari sifat hasad.

Maka aku buang sifat hasad itu dari hatiku.
Akhirnya aku mencintai semua orang dan segala sesuatu yang tidak kusukai untuk diriku, tidak aku sukai juga untuk orang lain.

[ Syeikh Rohimuddin Nawawi Al-Bantani ]


AKHLAK YANG BAIK

Al Habib Abdullah bin Abubakar Alaydrus berkata : 

"Akhlak yang baik adalah ketika engkau dapat berbuat baik kepada orang yang menyakitimu, dan engkau memiliki belas kasih kepada semua makhluk Allah, bahkan kepada musuhmu, dan bahkan kepada anjing sekalipun."


DUDUK DENGAN ORANG SHALEH

Berkata al-Imam Ahmad bin Zain al-Habsyi رحمة الله تعالى (w. 1144 h):

مُجَالَسَةُ الصَّالِحِيْنَ أَنْفَعُ مِنْ مِائَةِ عُزْلَةٍ، وَتَعَلُّمُ مَسْأَلَةٍ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ عِبَادَةٍ، وَمَنْ يَطْلُبُ الْعِلْمَ خَيْرٌ مِمَّنْ يَجْتَهِدُ فِيْ الْعِبَادَةِ لَيْلَهُ وَنَهَارَهُ، وَقَدْ تَكُوْنُ مُجَالَسَةُ شَخْصٍ وَاحِدٍ أَنْفَعُ مِنْ مُجَالَسَةِ سَبْعِيْنَ أَلْفاً، وَهَذَا مُحَقَّقٌ وَمُشَاهَدٌ

"Duduk dengan orang-orang shaleh lebih besar manfaatnya dari seratus uzlah, dan belajar satu persoalan ilmu lebih utama dari seribu ibadah, dan seorang yang menuntut ilmu lebih afdhal dari seorang yang menghabiskan siang malamnya dengan ibadah, dan terkadang duduk dengan seseorang saja (dari kalangan shalihin) lebih bermanfaat ketimbang duduk dengan tujuh puluh ribu orang lainnya, hal ini telah dibuktikan dan dirasakan."

[ Qurrat al-Ain fii Manaqib Ahmad bin Zain, hal. 212 ]


KUNCI SYURGA MENURUT SAYYIDINA ALI كَرَّمَ اللهُ وَجْهَه

Sayyidina Ali كَرَّمَ اللهُ وَجْهَه mengatakan ;

"Barangsiapa mengumpulkan enam perkara, bererti ia telah berusaha meraih Syurga dan menjauh neraka, yakni :

1. Mengetahui الله, lalu mentaati-Nya.

2. Mengetahui syaitan, lalu mendurhakainya.

3. Mengetahui kebahagiaan akhirat, lalu berusaha mencarinya.

4. Mengetahui dunia, lalu meninggalkannya (kecuali sebatas untuk bekal kembali ke akhirat).

5. Mengetahui kebenaran, lalu mengikutinya.

6. Mengetahui yang bathil, lalu menjauhinya."

[ Kitab Nashaihul Ibad, Imam Nawawi Al-Bantani رَحِمَهُ اللهُ ]

SUATU PERINGATAN!

"Lebih baik mata itu buta jika tidak menghargai ciptaan Allah. Lebih baik lidah itu bisu jika tidak menyebut nama Allah. Lebih baik telinga itu tuli jika tidak mendengar nasehat Allah. Lebih baik anggota badan itu mati jika tidak melakukan suruhan Allah."

[ Al-Imam Syeikh Junaidi Al-Baghdadi رضى الله عنه ]

NIAT HADIR MAJLIS ILMU

Berkata Al-Imam Ibnu Hazm رحمة الله تعالى (w. 456 h):

إِذَا حَضَرْتَ مَجْلِسَ عِلْمٍ، فَلَا يَكُنْ حُضُوْرُكَ إِلَّا حُضُوْرَ مُسْتَزِيْدٍ عِلْماً وَأَجْراً، لَا حُضُوْرَ مُسْتَغْنٍ بِمَا عِنْدَكَ طَالِباً عَثْرَة تُشُيْعُهَا أَوْ غَرِيْبَةً تُشَنِّعُهَا، فَهَذِهِ أَفْعَالُ الْأَرْذَالِ الَّذِيْنَ لَا يُفْلِحُوْنَ فِيْ الْعِلْمِ أَبَداً

"Jikalau kau menghadiri majlis ilmu, maka hadirlah dengan niat untuk menambah ilmu dan pahala. Jangan kau hadir sementara kau merasa sudah banyak ilmu, atau hanya sekedar mencari-cari kesalahan atau kelemahan si guru, kerana orang seperti itu selama-lamanya tidak akan sukses dalam belajar."

[ Al-Akhlaq was sairu fii mudawat An-Nufus, hal. 92 ]

ISTIQAMAH

"Seseorang tidak akan dapat istiqamah kecuali dengan mahabbah (cinta) dan kejujurannya kepada Allah سبحانه وتعالى."

[ Al Habib Abdullah Bin Abdul Rahman Al Muhdor ]