Monday, April 23, 2018

AKHLAK DAN ADAB

Ilmu boleh dicari dengan belajar, tetapi akhlak dan adab hanya diperoleh melalui mujahadah membersihkan hati...

Jangan pelik melihat orang berilmu tetapi tiada akhlak kerana hatinya masih kotor dengan dosa dan penyakit hati...

Tidak aku temui orang yang kuat berzikir, melainkan akhlaknya amat lunak dan menenangkan...

Akhlak dan adab mendepani ilmu. Ilmu tanpa adab dan akhlak itu umpama mengisi air di dalam bekas yang berlubang.

[ Kalam Sufi ]



Saturday, April 21, 2018

JUJUR MEMBIMBING KE SYURGA

Dari Abdullah رضي الله عه dari Nabi صلى الله عليه وسلم Baginda bersabda :

"Sesungguhnya kejujuran akan membimbing pada kebaikan, dan kebaikan itu akan membimbing ke syurga. Sesungguhnya jika seseorang yang senantiasa berlaku jujur dia akan menjadi orang yang jujur. Dan sesungguhnya bohong itu akan membimbing kepada kejahatan, dan sesungguhnya kejahatan itu akan memandu ke neraka. Dan sesungguhnya jika seseorang yang selalu berbohong maka dia akan menjadi sebagai seorang pembohong."
(HR Bukhari No: 5629) - Hadith Sahih

PENGAJARAN HADIS :

1. Berlaku jujur dan benar adalah suatu yang dituntut dalam Islam.

2. Orang yang bersifat jujur dan benar akan memandu kehidupannya untuk melakukan kebaikan, melaksanakan perintah dan menjauhi larangan.

3. Sifat jujur dan benar akan memandu kita untuk melakukan amal ke syurga.

4. Orang yang istiqamah dan biasa melakukan sesuatu dengan benar dan jujur, dia akan menjadi seorang yang benar dan jujur.

5. Orang yang bohong dan berdusta, akan memandu kehidupannya untuk melakukan keburukan dan maksiat dengan meninggalkan perintah dan melakukan larangan.

6. Sifat bohong dan berdusta akan membimbing seseorang untuk melakukan maksiat dan pelanggaran yang akan memandunya ke neraka.

7. Orang yang biasa berbohong, dia akan kekal menjadi seorang yang pembohong dan pendusta.

Jadilah kita orang yang jujur kerana ia akan membimbing untuk melakukan amal soleh.

Jauhilah sifat bohong kerana sifat tersebut akan mendorong melakukan kemungkaran terhadap Allah.



Friday, April 20, 2018

Dakwahlah Dengan Cara Lemah Lembut

"...berilah nasehat dengan cara lemah lembut jangan dengan suara keras... kerana yang menumbuhkan tanaman itu adalah rintik hujan yang membasahi, bukan petir yang bergemuruh..."

"Serulah (manusia) kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik." [QS An-Nahl : 125]

"Maka dengan sebab rahmat (yang melimpah-limpah) dari Allah (kepadamu wahai Muhammad), engkau telah bersikap lemah-lembut kepada mereka (sahabat-sahabat dan pengikutmu), dan kalaulah engkau bersikap kasar lagi keras hati, tentulah mereka lari dari kelilingmu." [QS Ali Imran : 159]

"Sesungguhnya Allah itu Maha Lembut dan mencintai kelembutan di dalam semua urusan.” (HR Bukhari)

Allah pernah memerintahkan dua orang Rasul-Nya yang mulia yaitu Musa 
عليه سلم dan Harun عليه سلم untuk mendakwahi Fir’aun dengan lembut. Allah Ta’ala berfirman :

اذْهَبَا إِلَىٰ فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَىٰ فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ

“Pergilah kamu berdua kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas; maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.”
[QS Thaha : 43-44]


KEBAIKAN DI DUNIA DAN DI AKHIRAT

"Barangsiapa yang dianugerahi hati yang suka bersyukur (qalban syakiran), lisan yang senantiasa berzikir (lisanan dzakiran) dan diri yang sabar (nafsan shabiran), berarti ia telah diberikan kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta dipelihara dari azab Neraka."

[ Imam Al Qasim Abu Abdurahman رضى الله عنه ]



Mengatasi Nafsu Yang Menghalangi Kebaikan

SOAL : Nafsuku telah menyulitkanku dan menghalangiku untuk mencapai kedudukan orang-orang dekat dengan Allah. Setiap aku maju selangkah dalam perjalanan mendekat kepada Allah, maka nafsuku menarikku mundur selangkah. Bagaimanakah caranya untuk menyucikan nafsuku dan menjernihkan hatiku?

JAWAB : Hadirilah majelis yang baik, berdzikirlah menyebut nama Allah, serta selalu bersemangatlah untuk mengikuti pelajaran yang dapat membantumu untuk menyucikan hawa nafsu secara terus-menerus.

Jika Allah melihat kesungguhan dalam dirimu untuk mendekat kepada-Nya, maka semua yang kau sebut di atas tidak dapat menghalangimu.

Boleh jadi Allah akan memuliakan seorang beriman yang memiliki kesungguhan dengan cara mengampuni, menutupi segala kekurangannya, menyucikan dirinya, mengangkat derajatnya dan merubah kondisinya menjadi lebih baik.

Tapi semua itu hanya akan terjadi jika dia bersungguh-sungguh, tekun dan melakukan perbuatannya itu terus menerus.

Begitulah, jika ia kembali lalai atau tergelincir melakukan dosa, hendaklah hal itu tidak menjadikannya enggan untuk kembali bertaubat dengan benar, dan menghadapkan dirinya kembali kepada Allah, serta melanjutkan kembali dzikir yang telah dilakukannya, kebiasaannya hadir di majelis dzikir dan ilmu, serta mengikuti pelajaran yang bermanfaat.

Hendaklah ia menyodorkan dirinya kepada hal-hal tersebut hingga Allah سبحانه وتعالی merahmatinya, menganugerahinya dan merubah kondisinya menjadi lebih baik.

[ Taujih an-Nabih Li Mardhah Barih lil Al-'Allamah Al-Habib Umar bin Hafidz ]


Thursday, April 19, 2018

TAMAK

"Yang menyebabkan seseorang tamak kepada kehidupan dunia ada 3 perkara :

Pertamanya : Adalah seseorang memandang dunia dengan pandangan yang indah, sehingga ia ingin tetap hidup kekal di dunia untuk bersenang-senang.

Kedua : Mengagungkan manusia menurut kedudukannya masing-masing. Hal itu menyebabkan orang saling berbangga dan berlumba-lumba mengumpulkan kekayaan.

Adapun yang ketiga : Perasaan seseorang bahwa yang tidak mempunyai harta, maka ia tidak bernilai sedikit pun di mata manusia yang lainnya, sehingga dari itu timbul rasa bakhil dan takut menjadi miskin."

[ Dinukil dari Kitab Al Hikam karya Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad 
رحمة الله تعالى ]


Diam dan Kebodohan

Sebahagian ulama' mengatakan di dalam diam itu terdapat 7 ribu kebaikan, yang terhimpun dalam 7 kalimat :

1. Ia adalah ibadah tanpa susah payah.
2. Perhiasan tanpa intan permata.
3. Kewibawaan tanpa kekuasaan.
4. Benteng tanpa pagar.
5. Tidak perlu meminta maaf kerana salah berbicara.
6. Memberi istirehat bagi Kiraman Katibin.
7. Menutupi aib yang dapat timbul kerana banyak berbicara.

Sedangkan kebodohan itu mempunyai 6 ciri :

1. Marah tanpa alasan yang tetap.
2. Berbicara tanpa manfaat.
3. Memberi tidak pada tempatnya.
4. Membukakan rahsia kepada siapa sahaja.
5. Percaya kepada setiap orang.
6. Tidak mengenal siapa kawan siapa lawan.